Mendengarkan

Menari menikmati alur cerita, merdu sunyi suara yang lama bersembunyi. Menatap diri masih begini, berjalan menapaki jejak para petinggi. Mengulang cerita dengan aktor yang nyaris sama. Malu luar biasa amat terasa, benarkah jalan ini dilalui mereka atau aku hanya menerka hingga lupa.

Melihat pilu dari berbagai hulu, sama saja. Menangis ringis ambis. 
Menepi katanya jangan melamun, kabar roda berputar hambar.

Meredup, nyala, hilang.

Manis sekali, wujudnya.
Manis sekali, ucapnya.
Manis sekali, rintihnya.

Maraaaahhhhhhhhhhh

Mengertilah, sejenak saja
Mengertilah, sekejap saja
Mengertilah, sekali saja

Selamanya, mengertilah


Comments

Popular posts from this blog

Rumpang

Kekosongan Diri

TPA