Dibedakan
Satu walaupun sebenarnya kita tak bersentuhan. Terlihat beda namun tampak sama. Tidak berwujud, tapi semuanya bisa merasakan. Jangan tanyakan apakah itu. Tidak akan ada satupun yang akan diberi tau sebuah informasi yang takkan pernah kuceritakan. Jangan nyanyikan lagu cinta itu. Cukup sebuah kata sapaan yang selalu aku harapkan. Aku suka dia, lalu apa? Kali ini ku buat tanpa niat tangis di dalam tulisannya. “aku sudah cukup dewasa”, sang umur berkata. Dengan lantangnya ia berkata “muda bukan berarti dia”. Kalimat yang sama sekali tak pernah bisa ku mengerti. Aku suka semua cara dia menyapaku. Karena aku tak pernah mencoba untuk menebak bagaimana akhir ceritanya. Karena aku sudah terbiasa dengan sebuah kata bertuliskan ‘perpisahan’. Maka membayangkan kata atau ucapan selamat tinggalpun tak pernah ku harapkan ada di dalam mimpiku yang sadis.