Suatu Waktu
Kita bertemu di suatu waktu yang tak pernah ku tau. Dengan sebuah alasan yang tak pernah kubuat, mengapa kita dipertemukan. Suatu pertemuan yang sesungguhnya tak pernah ku harapkan. Entah mengapa, dia yang datang tanpa menyapa dapat pergi meninggalkan seribu luka yang tak terlupa. Takdir yang ku terima dengan senyuman, seolah tak terpanah dengan ketulusannya. Teramat sedih aku yang ditinggalkan ini menceritakan alur ceritanya, bagaimana dia pergi tanpa meninggalkan kata. Meski aku terbiasa akan sebuah perpisahan, dia bukanlah orang yang ingin ku tinggalkan. Mengertilah, hati ini telah kusembuhkan dengan dia yang baru. Tapi menantimu masih saja jadi pilihan terindah untukku. Andai saja sang waktu berbaik hati untuk mengulang semuanya. Apabila dia yang hilang bisa ku undang kembali menemaniku menulis cerita yang baru. Untuk dia yang teramat dikenang, bahkan langit yang telah mencuri seluruh perhantianku tetap tak mampu menggantikan kesan indahku saat bersamamu.