Posts

Showing posts from February, 2018

Ribut Menyambut

Tanpa sengaja datang saat tak lagi petang Berhalusinasi caraku menyambutnya Tampak mengundang penuh harap tanpa tanggap Bermain imajinasiku menari bebas di hamparan pasir alam bawah sadar Berawal dari sepi kita jalani sendiri Kini hadirmu masih terasa baru walau waktu sembunyikan wujudmu Berdasar harap aku nikmati percakapan singkat Tanpa pernah terlintas cerita pilu itu akhirnya ada Melawan sepi, haruskah ku sendiri? Bukan maksud aku untuk itu, tapi kau dimana saat kita baru sampai? Menangis entah atas alasan apalagi Berani mu diiringi ego didukung lemahnya perasaanku Kalau saja hati diam tanpa menggerutu Bila air mata tak begitu deras memamerkan kuantitasnya Kita pernah saling ada Bertatap muka tanpa menghirup udara tidak beda Jarum jam terus berputar Menunjuk angka secara berurutan Berpindah sesukanya tanpa jeda Tanpa peduli aku sedang sendu

Semu

Larut dalam kecewa ku nikmati semua Pesonamu tak kunjung bosan ku telaah Berteman sepi aku menyenderi Mencoba lupa dikala memori masih tersedia Ingin bertanya tapi dengan siapa? Merona aku di waktu itu Pilunya janji semu tak terlihat saat itu Terbungkus rapih harapku dahulu Kepergianmu masih terasa baru Mengundang rindu tanpa harap temu