Posts

Showing posts from 2016

Sembunyi dari Suara

Semua yang telah terjadi seolah berlalu tanpa permisi, tanpa bertanya apakah aku mengenali jalur ini bahkan itu. Tanpa pernah singgah di dalam mimpiku, mereka seolah datang dengan segala kejutan yang telah mereka persiapkan untuk aku tangisi. Berharap semua dapat berlalu begitu saja adalah cara termudah yang sudah sangat bosan untuk aku jalani. Ku cari adakah petunjuk untuk aku menemukan sebuah peta yang akan memberiku informasi jalan mana yang harus aku lalui untuk lari dari semua ini, para tokoh dengan latar tempat dan suasana mencekam. Berusaha bertahan adalah kata-kata pelarian yang dikatakan para makhluk ciptaan Tuhan untuk bersembunyi dari suara mereka yang melemparkan kata motivasi berbasis basa basi, tanpa mau tau apa yang sebenarnya berteriak di hati. Teoritis sekali memang apabila aku berharap sejarah hidup yang sudah terlanjur  bertemakan perpisahan berubah menjadi cerita dongeng berakhir menyenangkan tanpa terselip sebuah tangisan. Memang tidak semua dari para...

Maaf

Sadar siapa yang bersandar tapi dia berpaling tanpa ada kabar. Mengetahui banyak hal yang bahkan aku tak tau bahwa itu dapat dirasa kapan saja. Selalu bereaksi ketika dia bahkan tak peduli. Terdengar sangat malang bahkan ketika indera pendengar sedang tidak sadar. Dilaluinya semua jembatan terjal hanya untuk memastikan perkataan mereka yang berbual. Disaat masih banyak jalan yang bisa dilalui untuk sampai di tempat yang mengizinkan sembunyi. Pergilah bila sertifikat layak bukan dicetak untuk aku. Menjauhlah kalau memang tiada waktu yang mempersilahkanku untuk manatap mata itu. Lupakanlah jika itu merupakan hal terindah yang bisa aku jadikan sebagai kenangan. Walau aku diberikan anugerah untuk menulisnya dengan kata dan kalimat yang selalu ingin dia baca, kemampuan untuk berani berkata-kata ini tetap saja tidak mengizinkanmu untuk mengetahuinya.

Rahasia

Semenjak kata “mengaggumi” terkenal sebagai sebuah alasan bagi seseorang yang sedang menyembuyikan rasa ingin memiliki terhadap makhluk sejenisnya, kalimat “tak adil” pun mulai terucap. Pandangannya yang seolah mengundangku untuk datang ke tempat yg menjanjikan keindahan duniawi itu pun seakan tersenyum memaksa. Andai kalimat penolakan yang terbaca sopan dapat kutulis dengan huruf besar dan font yang menarik perhatiannya untuk menghafal itu, tanpa harus aku meneteskan air yang tak perlu. Bila saja jarum jam mencapai titik jenuhnya untuk berhenti bergerak, akankah dia sanggup untuk membantuku berhenti melakukan sebuah penantian ini dengan berteriak? Jika semua hal yang aku inginkan bisa langsung saja terjadi tanpa harus aku berkenalan dengan sebuah kata bertuliskan “berusaha”, mungkin dia akan menjadi kata pertama yang terdengar oleh mereka yang sedang bersandar. Tidak ada yang dapat kupastikan, semenjak aku sadar bahwa aku hanyalah ciptaan Tuhan.