25 Oktober 2014

Hari ini hari sabtu, hari di akhir pekan yang merupakan awal dari kebahagiaan. Hari dimana semua orang menikmati awalnya sinar matahari dari arah jendela.

Aku adalah salah satu dari mereka. Insan yang menikmati hari yang tenang ini. Tiada batas untuk berekspresi. Tidak ada pantulan cahaya yang akan menakuti, seolah ini adalah curahan hati.

Aku ingin bisa bebas. Bebas menulis semua yang kurasa, bukan membaca semua yang tak perlu aku tau judulnya apa. Aku bukan dia, dia juga bukan aku. Tentu saja kita beda.

Mungkin aku bukan yang terbaik dalam hal menyapa. Bahkan untuk menatap matapun aku tak bisa. Semua ini bukan tentang mereka ataupun dunianya. Ini hanya tentang aku dan semua rasaku.
Aku tau tidak semua orang mengerti bahasaku. Bahkan aplikasi penerjemah bahasa pun hanya bertuliskan error.

Aku suka menonton. Menikmati semuanya dari kejauhan. Tak jelas memang. Tapi setidaknya rasaku terlindungi. Banyak orang yang tidak mengerti arti tulisan ini. Termasuk aku, penulis yang menulis dengan rasa melalui tangan.

Sudah ku coba membuat ini menjadi sederhana. Sesederhana komentar mereka tentang tulisan ini. Aku tau ini lucu, lalu?

Aku hanya mencoba memberi tau apa yang sebenarnya sedang ku rasa. Tak perlu dimengerti. Bila tak mau membaca, cukup menebak apa tujuan aku menulis.


Telah ku coba untuk tidak begini. Berdiam diri disaat yang lain sibuk mencari jati diri. Telah ku coba ‘tuk pergi, dengan berlari dari semua ini. Telah ku terima hasilnya. Sebuah alasan yang seolah mengajariku cara menyusun teka-teki.

Dimana sebenarnya? Peta yang begitu mudah ku dapat, seolah bercetak tanpa huruf X. Kemana sebanarnya? Butiran penghapus yang telah menghapus. Pupus bukanlah judul yang aku mau.

Comments

Popular posts from this blog

Rumpang

Kekosongan Diri

TPA