Kekosongan Diri

Selalu ada alasan untuk menegaskan kepergianku. Hari ini aku tidak terima perkataannya. Isi pikarannya menamparku di hari selanjutanya. Tak disangka, semenit lalu ada hal baru yang menyadarkan tubuhku.

Kini logika sangat menang, bahkan hati ini seolah diam tak berdaya. Tersusun rapih perihal keburukannya tepat di samping memori saat kami bersama. Bahkan kenangan manis yang katanya hanya ada di awal percintaan, tak dapat mengurungkan niatku untuk mengakhiri semuanya.

Lambat laun aku sadar, untuk memilih teman hidup kita perlu berkenalan dengan diri sendiri jauh lebih dalam. 

Kehadirannya membuatku sadar. Berkenalan, melakukan kegiatan yang menyenangkan, hingga saat berpisah.

Kini aku mulai mengenal diriku, sedikit demi sedikit. 

Saat berada di dunianya, aku melihat semua yang aku tau aku tidak perlu melakukan itu. Melewati satu tahun penuh, bergelut pada pola pikir yang berbeda.

Kini aku mengenal diriku, aku tau apa yang aku butuhkan, tidak ada dalam dirinya.

Comments

Popular posts from this blog

Rumpang

TPA