Arsip Alam
Terjebak pada rasa tanpa nama, perihal dia tanpa ada kabarnya. Termenung membayangkan wujud sempurnanya sedang melakukan kegiatan kesukaannya. Terngiang di telingaku akan ciri khas suaranya, berharap kalimat indah untukku dapat terdengar.
Menulis aku sendiri tentang sebuah rasa menyangkut dirinya. Rasa malu membuatku bungkam tanpa suara. Membiarkannya tau, bukan pilihanku untuk sekarang. Memendamnya memang tak semudah itu, namun dia juga tak perlu tau.
Rindu, aku sudah sangat bosan. Hinggap di benakku tanpa peduli betapa menyiksanya itu. Masih diam di tempat sambil menatap matanya, pemilik tatapan tanpa arah tujuan.
Kunikmati kalimat indahnya dengan membaca. Kurangkai kata agar cerita tak berhenti disana. Kemana kisah ini akan bermuara masih menjadi rahasia. Apapun itu, ku harap kita bahagia.
Menulis aku sendiri tentang sebuah rasa menyangkut dirinya. Rasa malu membuatku bungkam tanpa suara. Membiarkannya tau, bukan pilihanku untuk sekarang. Memendamnya memang tak semudah itu, namun dia juga tak perlu tau.
Rindu, aku sudah sangat bosan. Hinggap di benakku tanpa peduli betapa menyiksanya itu. Masih diam di tempat sambil menatap matanya, pemilik tatapan tanpa arah tujuan.
Kunikmati kalimat indahnya dengan membaca. Kurangkai kata agar cerita tak berhenti disana. Kemana kisah ini akan bermuara masih menjadi rahasia. Apapun itu, ku harap kita bahagia.
Comments