Karangan Bunga
Berkenalan dengan beberapa nomor yang tersusun tak berurutan, cerita ini menyapaku indah. Seolah bertema romansa, seseorang ikut terlibat dalam cerita ini dan menemaniku melanjutkannya.
Tidak banyak perbedaan dari cerita yang sebelumnya. Dan cerita ini juga belum lama durasinya. Rasanya juga masih hambar. Maksudku, air mata belum terlibat dalam cerita ini sampai waktu sekarang.
Seperti biasa, wujudnya masih menjadi kembaran tanda tanya. Menimbulkan banyak tanya, mengapa dia yang aku anggap ada. Jangan kira aku tau jawabannya.
Sapaannya selalu menjadi kalimat yang ditunggu setiap mengawali hari. Tepatnya kalimat yang hanya bisa ku baca. Dia menyapaku dengan mengirimkan pesan melalui sebuah jejaring sosial. Tanpa banyak berharap kalimat itu dapat ku dengar.
Nama lengkapnya yang belum dipastikan benar merupakan pengetahuan terbesarku selain susunan nomor itu.
Hai, karangan bunga
Kau hadir dimana mana
Dalam duka dan suka
Hai, karangan bunga
Kau dirangkai penuh seni
Damailah jangan mengundang sepi
Hai, karangan bunga
Kau ada untuk merayakan
Diriku atas rasa kebahagiaan
..bukan sedih yang berkepanjangan
Comments