Ribut Menyambut
Tanpa sengaja datang saat tak lagi petang
Berhalusinasi caraku menyambutnya
Tampak mengundang penuh harap tanpa tanggap
Bermain imajinasiku menari bebas di hamparan pasir alam bawah sadar
Berawal dari sepi kita jalani sendiri
Kini hadirmu masih terasa baru walau waktu sembunyikan wujudmu
Berdasar harap aku nikmati percakapan singkat
Tanpa pernah terlintas cerita pilu itu akhirnya ada
Melawan sepi, haruskah ku sendiri?
Bukan maksud aku untuk itu, tapi kau dimana saat kita baru sampai?
Menangis entah atas alasan apalagi
Berani mu diiringi ego didukung lemahnya perasaanku
Kalau saja hati diam tanpa menggerutu
Bila air mata tak begitu deras memamerkan kuantitasnya
Kita pernah saling ada
Bertatap muka tanpa menghirup udara tidak beda
Jarum jam terus berputar
Menunjuk angka secara berurutan
Berpindah sesukanya tanpa jeda
Tanpa peduli aku sedang sendu
Berhalusinasi caraku menyambutnya
Tampak mengundang penuh harap tanpa tanggap
Bermain imajinasiku menari bebas di hamparan pasir alam bawah sadar
Berawal dari sepi kita jalani sendiri
Kini hadirmu masih terasa baru walau waktu sembunyikan wujudmu
Berdasar harap aku nikmati percakapan singkat
Tanpa pernah terlintas cerita pilu itu akhirnya ada
Melawan sepi, haruskah ku sendiri?
Bukan maksud aku untuk itu, tapi kau dimana saat kita baru sampai?
Menangis entah atas alasan apalagi
Berani mu diiringi ego didukung lemahnya perasaanku
Kalau saja hati diam tanpa menggerutu
Bila air mata tak begitu deras memamerkan kuantitasnya
Kita pernah saling ada
Bertatap muka tanpa menghirup udara tidak beda
Jarum jam terus berputar
Menunjuk angka secara berurutan
Berpindah sesukanya tanpa jeda
Tanpa peduli aku sedang sendu
Comments