AMDP

Terima kasih telah berbaik hati untuk telah mengorbankan hal paling berharga di hidupmu hanya untuk aku. Tak ada sedetikpun dari itu hilang tanpa berhasil mengukir luka dalam rasa. Terpecah belah sudah semua kaca dari bekuan harapan.

Untuk apa sebenarnya semua ini direkayasa sedekemian rapihnya, ingin aku bertanya. Uraian kata hingga menjadi kalimat kau biarkan aku baca. Urutan mimpi hingga tragedi kau susun tanpa terselip dugaan fiksi.

Sampai saat ini kau tetap menjadi seorang pematah janji, tak peduli musim telah berganti sejak tadi. Sebut saja ini hanya separuh dari bakatmu dalam menyakiti, dan aku terpilih sebagai penguji. Senang rasanya ketika mengetahui bahwa aku bukanlah satu-satunya.

Ramai penontonnya, ribut suara sorakannya, hingga tak tau lagi siapa pemeran penggantinya. Rapuh aku menikmati kebahagiaan menjadi putri terhormat sebagai pemeran utama dalam karyamu.

Adakah rasa bosan menghampiri sela pikiranmu saat kau terduduk lemah membayangkan betapa perihnya menjadi tokoh utama tanpa nama. Andai saja kita sama, berfikir melalui akal, merasa melalui perasaan.


Begitu banyak jalan cerita tersaji dalam daftar isi, diri ini kau pilih sebagai mainan dalam kawasan bermainmu. Bila dapat aku berhenti sejenak, membiarkan hal paling berharga dalam hidupku untuk mendengarkan apa tujuan dari semua aksi damaimu.

Comments

Popular posts from this blog

Rumpang

Kekosongan Diri

TPA