Sembunyi dari Suara

Semua yang telah terjadi seolah berlalu tanpa permisi, tanpa bertanya apakah aku mengenali jalur ini bahkan itu. Tanpa pernah singgah di dalam mimpiku, mereka seolah datang dengan segala kejutan yang telah mereka persiapkan untuk aku tangisi. Berharap semua dapat berlalu begitu saja adalah cara termudah yang sudah sangat bosan untuk aku jalani. Ku cari adakah petunjuk untuk aku menemukan sebuah peta yang akan memberiku informasi jalan mana yang harus aku lalui untuk lari dari semua ini, para tokoh dengan latar tempat dan suasana mencekam.

Berusaha bertahan adalah kata-kata pelarian yang dikatakan para makhluk ciptaan Tuhan untuk bersembunyi dari suara mereka yang melemparkan kata motivasi berbasis basa basi, tanpa mau tau apa yang sebenarnya berteriak di hati. Teoritis sekali memang apabila aku berharap sejarah hidup yang sudah terlanjur  bertemakan perpisahan berubah menjadi cerita dongeng berakhir menyenangkan tanpa terselip sebuah tangisan.

Memang tidak semua dari para tokoh yang mengundangku untuk menangis bersama, tapi sebagian dari mereka telah berhasil mengajariku apa sebenarnya arti dari semua yang berlalu ini. Pemeran pembantu membuat kisah ini menjadi terlihat nyata untuk mereka yang menonton penuh tawa. Banyak dari mereka memperkenalkan suatu rasa yang entah apa namanya. Dan aku tak tau, apakah sebenarnya harus aku merasakan rasa itu untuk sekedar mengatakan bahwa aku pernah hidup sebelum akhirnya mati.

Walau sebenarnya sangat mudah untuk aku mengatakan apa yang sebenarnya harus mereka ketahui dari cerita membingungkan ini. Aku seolah tak tau dalam bahasa apa aku harus menceritakannya pada mereka agar tak terlalu cepat menebak arti tatapan sendu ini. Tidak mudah untuk aku dapat menerima semua komentar dari mereka yang menghindar. Belum cukup durasi hidup ini untuk aku pelajari dari hal yang mereka sebut dengan pengalaman. Hampir punah hati ini untuk bersabar mencari tempat bersandar di bawah alam sadar.

Mereka yang menyambutku dengan berbagai kejutan menarik di awal cerita seolah memintanya kembali, ketika aku bahkan tak mengingatnya lagi. Semua yang berawal dari sesuatu yang terlihat sama seperti arti dari kata idaman, berubah menjadi sinyal mencekam seolah mengundangku untuk berperang. Bahkan ketika mereka tau kalau aku tak tau apa itu. Kalimat memaksa untuk aku terima saja mereka, terdengar sangat keras ketika aku sedang menikmati bagaimana rasanya tertindas.


Telah ku coba untuk mendengarkan mereka para tokoh yang ahli dalam menjatuhkan dengan bakatnya dalam berkata. Daerah genangan air mata ini juga sudah layak untuk dijadikan tempat wisata untuk mereka yang sedang berlibur. Pada saat terakhir mata menatap kejadian sedih itu, pada saat itu pula kata perpisahan mulai jelas terbaca oleh mereka yang menanti kabar duka. 

Comments

Popular posts from this blog

Rumpang

Kekosongan Diri

TPA