Posts

Karangan Bunga

Berkenalan dengan beberapa nomor yang tersusun tak berurutan, cerita ini menyapaku indah. Seolah bertema romansa, seseorang ikut terlibat dalam cerita ini dan menemaniku melanjutkannya. Tidak banyak perbedaan dari cerita yang sebelumnya. Dan cerita ini juga belum lama durasinya. Rasanya juga masih hambar. Maksudku, air mata belum terlibat dalam cerita ini sampai waktu sekarang. Seperti biasa, wujudnya masih menjadi kembaran tanda tanya. Menimbulkan banyak tanya, mengapa dia yang aku anggap ada. Jangan kira aku tau jawabannya. Sapaannya selalu menjadi kalimat yang ditunggu setiap mengawali hari. Tepatnya kalimat yang hanya bisa ku baca. Dia menyapaku dengan mengirimkan pesan melalui sebuah jejaring sosial. Tanpa banyak berharap kalimat itu dapat ku dengar. Nama lengkapnya yang belum dipastikan benar merupakan pengetahuan terbesarku selain susunan nomor itu. Hai, karangan bunga Kau hadir dimana mana Dalam duka dan suka Hai, karangan bunga Kau dirangkai penuh seni Damailah janga...

Ribut Menyambut

Tanpa sengaja datang saat tak lagi petang Berhalusinasi caraku menyambutnya Tampak mengundang penuh harap tanpa tanggap Bermain imajinasiku menari bebas di hamparan pasir alam bawah sadar Berawal dari sepi kita jalani sendiri Kini hadirmu masih terasa baru walau waktu sembunyikan wujudmu Berdasar harap aku nikmati percakapan singkat Tanpa pernah terlintas cerita pilu itu akhirnya ada Melawan sepi, haruskah ku sendiri? Bukan maksud aku untuk itu, tapi kau dimana saat kita baru sampai? Menangis entah atas alasan apalagi Berani mu diiringi ego didukung lemahnya perasaanku Kalau saja hati diam tanpa menggerutu Bila air mata tak begitu deras memamerkan kuantitasnya Kita pernah saling ada Bertatap muka tanpa menghirup udara tidak beda Jarum jam terus berputar Menunjuk angka secara berurutan Berpindah sesukanya tanpa jeda Tanpa peduli aku sedang sendu

Semu

Larut dalam kecewa ku nikmati semua Pesonamu tak kunjung bosan ku telaah Berteman sepi aku menyenderi Mencoba lupa dikala memori masih tersedia Ingin bertanya tapi dengan siapa? Merona aku di waktu itu Pilunya janji semu tak terlihat saat itu Terbungkus rapih harapku dahulu Kepergianmu masih terasa baru Mengundang rindu tanpa harap temu

AMDP

Terima kasih telah berbaik hati untuk telah mengorbankan hal paling berharga di hidupmu hanya untuk aku. Tak ada sedetikpun dari itu hilang tanpa berhasil mengukir luka dalam rasa. Terpecah belah sudah semua kaca dari bekuan harapan. Untuk apa sebenarnya semua ini direkayasa sedekemian rapihnya, ingin aku bertanya. Uraian kata hingga menjadi kalimat kau biarkan aku baca. Urutan mimpi hingga tragedi kau susun tanpa terselip dugaan fiksi. Sampai saat ini kau tetap menjadi seorang pematah janji, tak peduli musim telah berganti sejak tadi. Sebut saja ini hanya separuh dari bakatmu dalam menyakiti, dan aku terpilih sebagai penguji. Senang rasanya ketika mengetahui bahwa aku bukanlah satu-satunya. Ramai penontonnya, ribut suara sorakannya, hingga tak tau lagi siapa pemeran penggantinya. Rapuh aku menikmati kebahagiaan menjadi putri terhormat sebagai pemeran utama dalam karyamu. Adakah rasa bosan menghampiri sela pikiranmu saat kau terduduk lemah membayangkan betapa perihnya menjadi ...

Suatu Waktu

Kita bertemu di suatu waktu yang tak pernah ku tau. Dengan sebuah alasan yang tak pernah kubuat, mengapa kita dipertemukan. Suatu pertemuan yang sesungguhnya tak pernah ku harapkan. Entah mengapa, dia yang datang tanpa menyapa dapat pergi meninggalkan seribu luka yang tak terlupa. Takdir yang ku terima dengan senyuman, seolah tak terpanah dengan ketulusannya. Teramat sedih aku yang ditinggalkan ini menceritakan alur ceritanya, bagaimana dia pergi tanpa meninggalkan kata. Meski aku terbiasa akan sebuah perpisahan, dia bukanlah orang yang ingin ku tinggalkan. Mengertilah, hati ini telah kusembuhkan dengan dia yang baru. Tapi menantimu masih saja jadi pilihan terindah untukku. Andai saja sang waktu berbaik hati untuk mengulang semuanya. Apabila dia yang hilang bisa ku undang kembali menemaniku menulis cerita yang baru. Untuk dia yang teramat dikenang, bahkan langit yang telah mencuri seluruh perhantianku tetap tak mampu menggantikan kesan indahku saat bersamamu.

Rentan

Tidak semua hal dapat digantikan dengan mudahnya hanya karena ada hal baru yang jauh lebih memanjakan mata. Hati tidak sebodoh itu. Belajarlah menghargai indahnya merasakan sebuah rasa. Nikmatilah alur ceritanya sampai akhir. Pahit atau manis itu bukan pilihan. Belajarlah dari proses bagaimana semuanya berlalu. Memang, rasa sulit sangat setia mengkuti. Kata menyarah pun sangat lantang terdengar, perlahan mengkikis semangat. Berjuanglah wahai pemburu cinta. Sang pujaan hati tak serendah itu untuk jadi yang tergantikan. Semua yang tercipta, selalu punya hak untuk diusahakan. Bahkan yang sudah tiada masih ingin untuk dikenang. Wahai jiwa yang lelah akan kegagalan, lihatlah betapa bahagianya peluhmu saat ia tau kau tak berhenti melangkah. Biarkanlah semua jejak yang telah terukir menjadi saksi pada mereka yang tak tau apa apa. Diamlah bila itu satu satunya cara kau berkenalan dengan damai. Tidak semua orang mampu untuk itu. Untuk kalian para penggemar fajar, aku penikmat senja m...

Sembunyi dari Suara

Semua yang telah terjadi seolah berlalu tanpa permisi, tanpa bertanya apakah aku mengenali jalur ini bahkan itu. Tanpa pernah singgah di dalam mimpiku, mereka seolah datang dengan segala kejutan yang telah mereka persiapkan untuk aku tangisi. Berharap semua dapat berlalu begitu saja adalah cara termudah yang sudah sangat bosan untuk aku jalani. Ku cari adakah petunjuk untuk aku menemukan sebuah peta yang akan memberiku informasi jalan mana yang harus aku lalui untuk lari dari semua ini, para tokoh dengan latar tempat dan suasana mencekam. Berusaha bertahan adalah kata-kata pelarian yang dikatakan para makhluk ciptaan Tuhan untuk bersembunyi dari suara mereka yang melemparkan kata motivasi berbasis basa basi, tanpa mau tau apa yang sebenarnya berteriak di hati. Teoritis sekali memang apabila aku berharap sejarah hidup yang sudah terlanjur  bertemakan perpisahan berubah menjadi cerita dongeng berakhir menyenangkan tanpa terselip sebuah tangisan. Memang tidak semua dari para...